ENTRI DATA
PENGERTIAN DESA
1. UU Nomer 5 tahun 1979
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia.
2. Sutardjo Hadikusumo
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.
3. C.S Kansil
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerntahan terendah langsung dibawah camat dan berhakmenyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
4. Bintarto
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik, dan kultural yang terdapat di situ (suatu daerah) dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.
5. Paul . H . Landi
Desa adalah penduduknya kurang dari 2.500 jiwa.
PENGERTIAN STRATIFIKASI SOSIAL
Berikut ini beberapa pendapat para ahli mengenai stratifikasi sosial :
1. Pitirim A. Sorokin
Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat. Setiap lapisan itu disebut dengan strata sosial..
Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat. Setiap lapisan itu disebut dengan strata sosial..
2. P.J. Bouman
Stratifikasi sosial adalah golongan manusia dengan ditandai suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa yang tertentu dan karena itu menuntut gengsi kemasyarakatan.
Stratifikasi sosial adalah golongan manusia dengan ditandai suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa yang tertentu dan karena itu menuntut gengsi kemasyarakatan.
3. Soerjono Soekanto
Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal.
Stratifikasi sosial adalah pembedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan yang berbeda-beda secara vertikal.
4. Bruce J. Cohen
Stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
Stratifikasi sosial adalah sistem yang menempatkan seseorang sesuai dengan kualitas yang dimiliki dan menempatkan mereka pada kelas sosial yang sesuai.
5. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt
Stratifikasi sosial adalah sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat.
KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA
1. KAMPUNG NAGA
Terletak di wilayah Desa Neglasari, Kecamatan Salawu , Kabupaten Tasikmalaya , Provinsi Jawa Barat. Lokasi kampung ini tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan Kota Garut dan Kota Tasikmalaya , jarak tempuh dari Tasikmalaya ke Kampung Naga +- 30Km , dan jika dari Garut ke Kampung Naga 26Km.
Bentuk permukaan tanah di kampung ini berupa perbukitan dengan produktivitas tanah yang bisa dikatakan subur. Luas tanah Kampung Naga ini +- 1,5 hektar yang digunakan untuk pemukiman , pekarangan , kolam , dan sisanya untuk pertanian sawah yang dipanen satu tahun dua kali. Berhubung bentuk tanahnya yang berupa perbukitan , maka pemukiman disana dibangun diatas tanah yang tidak rapih , dan untuk mencegah terjadinya kelongsoran dibentuk sengkedan yang terbuat dari batu/bata.
Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2004 , Kampung Naga berpenduduk 326 jiwa yang terdiri dari 106 kepala keluarga. Namun setiap tahunnya jumlah penduduknya selalu berkurang , mengapa? itu karena banyak penduduk yang pergi ke tempat lain seperti Tasikmalaya , Bandung dan Jakarta untuk mencari pekerjaan. Penduduk Kampung Naga menganut agama islam yang dikombinasikan dengan kebudayaan setempat warisan dari nenek moyang.
Dalam sistem formal meliputi kepala RT dan Kepala Dusun dan semua unsur yang terkait didalamnya, termasuk sistem pemerintahan. Dalam sistem Non-formal, masyarakat Kampung Naga mengenal dan mengakui adanaya Kuncen (juru kunci) sebagi pemangku adat. Ada juga Punduh yang berfungsi mengurusi masyarakat dalam kerja sehari-hari , dirinya bertindak sebagai pengayom masyarakat apabila ada kegiatan kemasyarakatan. Begitupula dengan bidang keagaman terdapat Leube dirinya punya wewenang dan tanggungjawab dalam mengurus masyarakat pada masalah keagamaan dan hal lain yang terkait dengan agama.
Dalam sistem perekonomian di fokuskan pada bertani sebagai mata pencaharian pokok , sedangkan mata pencaharian sampingannya adalah membuat kerajinan, beternak dan berdagang.
Bangunan-bangunan yang ada di Kampung Naga berbentuk segitiga semuanya beratap ijuk, dan menghadap ke arah kiblat, terdapat kurang lebih 113 bangunan dalam area 1,5 ha yang terdiri dari 110 rumah warga dan 1 tempat ibadah, selain itu juga terdapat balai pertemuan dan lumbung padi Leuit dan Bumi Ageung yang kesemua bahan bangunannya menggunakan bilik-bilik, kayu-kayu. Tidak menggunakan semen atau pasir. Semua bentuk, ukuran, alat dan bahan bangunan sama , hal ini menunjukkan adanya keseimbangan dan keselarasan yang ada di daerah tersebut.
Bentuk rumah masyarakat Kampung Naga harus panggung, bahan rumah dari bambu dan kayu. Atap rumah harus dari daun nipah, ijuk, atau alang-alang, lantai rumah harus terbuat dari bambu atau papan kayu. Rumah harus menghadap kesebelah utara atau ke sebelah selatan dengan memanjang kearah Barat-Timur. Dinding rumah dari bilik atau anyaman bambu dengan anyaman sasag. Rumah tidak boleh dicat, kecuali dikapur atau dimeni. Bahan rumah tidak boleh menggunakan tembok, walaupun mampu membuat rumah tembok atau gedung.
Rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang. Untuk itu dalam memasang daun pintu, mereka selalu menghindari memasang daun pintu yang sejajar dalam satu garis lurus.
JUMLAH PENDUDUK DI INDONESIA
Jumlah Penduduk Indonesia Per Provinsi 2010
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk Indonesia terbaru tahun 2010. Totalnya penduduk RI sampai saat ini mencapai 237,56 juta jiwa.
Dari 33 provinsi yang ada, di mana kah wilayah dengan penduduk terbanyak? Menurut survei BPS, provinsi Jawa Barat adalah daerah dengan penduduk terbanyak. Tercatat, total keseluruhannya mencapai 43,02 juta jiwa.
Berikut ini masing-masing jumlah penduduk per provinsi:
1. Aceh 4,48 juta
2. Sumatera Utara 12,98 juta
3. Sumatera Barat 4,84 juta
4. Riau 5,54 juta
5. Kepulauan Riau 1,69 juta
6. Jambi 3,09 juta
7. Sumatera Selatan 7,44 juta
8. Kepulauan Bangka Belitung 1,22 juta
9. Bengkulu 1,71 juta
10. Lampung 7,59 juta
11. Banten 10,54 juta
12. DKI Jakarta 9,59 juta
13. Jawa Barat 43,02 juta
14. Jawa Tengah 32,38 juta
15. DIY 3,45 juta
16. Jawa Timur 37,47 juta
17. Bali 3,89 juta
18. NTB 4,49 juta
19. NTT 4,68 juta
20. Kalimantan Barat 4,39 juta
21. Kalimantan Tengah 2,2 juta
22. Kalimantan Selatan 3,63 juta
23. Kalimantan Timur 3,55 juta
24. Sulawesi Utara 2,26 juta
25. Gorontalo 1,04 juta
26. Sulawesi Tengah 2,63 juta
27. Sulawesi Barat 1,16 juta
28. Sulawesi Selatan 8,03 juta
29. Sulawesi Utara 2,23 juta
30. Maluku 1,53 juta
31. Maluku Utara 1,03 juta
32. Papua Barat 0,76 juta
33. Papua 2,85 juta
Ciri-ciri kota :
1. Menurut Bintarto :
A. Ciri-Ciri Fisik
a. Sarana perekonomian seperti pasar atau supermarket.
b. Tempat parkir yang memadai.
c. Tempat rekreasi dan olahraga.
d. Alun-alun.
e. Gedung-gedung pemerintahan.
B. Ciri-Ciri Sosial
a. Masyarakatnya heterogen.
b. Bersifat individualistis dan materialistis.
c. Mata pencaharian nonagraris.
d. Corak kehidupannya bersifat gesselschaft (hubungan kekerabatan mulai pudar).
e. Terjadi kesenjangan sosial antara golongan masyarakat kaya dan masyarakat miskin.
f. Norma-norma agama tidak begitu ketat.
g. Pandangan hidup lebih rasional.
h. Menerapkan strategi keruangan, yaitu pemisahan kompleks atau kelompok sosial masyarakat
secara tegas.
2. Menurut Poplin :
a. Perilaku heterogen
b. Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
c. Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
d. Mobilitas sosial,sehingga dinamik
e. Kebauran dan diversifikasi kultural
f. Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
g. Individualisme
STRATIFIKASI SOSIAL DI INDONESIA
Di Indonesia, stratifikasi sosial berdasarkan kasta dapat kita jumpai pada masyarakat Bali. Namun demikian, pengkastaannya tidak terlalu kaku dan tertutup seperti halnya di India. Pengkastaan di Bali disebut dengan wangsa. Adapun stratifikasi sosialnya adalah sebagai berikut.
a) Brahmana,
merupakan tingkatan kasta tertinggi di Bali. Biasanya kasta ini diduduki oleh para pemuka agama. Gelar bagi orang-orang yang termasuk dalam kasta ini adalah Ida Bagus untuk laki-laki dan Ida Ayu untuk perempuan.
b) Ksatria,
merupakan tingkatan kedua setelah brahmana. Biasanya yang menduduki kasta ini adalah para bangsawan. Gelar bagi orang-orang yang termasuk dalam kasta ini adalah Cokorda, Dewa, atau Ngahan.
c) Waisya,
merupakan tingkatan ketiga setelah ksatria. Biasanya yang menduduki kasta ini adalah para pedagang. Gelar bagi orang-orang yang termasuk dalam kasta ini adalah Bagus atau Gusti.
d) Sudra,
merupakan tingkatan paling rendah dalam sistem kasta di Bali. Biasanya kasta ini diduduki oleh para pekerja atau buruh. Gelar bagi orang-orang yang termasuk dalam kasta ini adalah Pande, Kbon, atau Pasek.
PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat sebagai pelaku hubungan sosial memiliki peranan yang erat dengan aspek sosial. Berikut ini terdapat beberapa pengertian masyarakat menurut para ahli :
1. Karl Marx : Menurut Karl Marx, pengertian masyarakat adalah suatu struktur yang mengalami ketegangan organisasi maupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah secara ekonomi.
2. Max Weber : Menurut Max weber, pengertian masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
3. Selo Soemardjan : Menurut Selo Soemardjan, pengertian masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
4. Emile Durkheim : Menurut Emile Durkheim, pengertian masyarakat adalah suatu kenyataan objektif dari individu-individu yang merupakan anggotanya.
5. J. L. Gillin dan J. P. Gillin : Menurut J. L. Gillin dan J. P. Gillin, pengertian masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama.
Dari beberapa pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa :
Masyarakat adalah sekelompok individu yang selalu melakukan interaksi dan berada pada suatu wilayah tertentu.
JUMLAH PENDUDUK BENUA EROPA
Persebaran Negara-Negara di Kawasan Eropa Utara:
1. Swedia Ibu Kota Stokhol luas wilayah 448.070 jumlah penduduk 9.100.000 2. Finlandia Ibu Kota Helsinki luas wilayah 336.700 jumlah penduduk 5.100.000 3. Norwegia Ibu Kota Oslo luas wilayah 327.750 jumlah penduduk 4.700.000 4. Islandia Ibu Kota Reykjavik luas wilayah 102.952 jumlah penduduk 300.000 5. Denmark Ibu Kota Kopenhagen luas wilayah 42.994 jumlah penduduk 5.400.000 6. Estonia Ibu Kota Tallinn luas wilayah 45.100 jumlah penduduk 1.300.000 Persebaran Negara-Negara di Kawasan Eropa Timur 7. Rusia Ibu Kota Moskwa luas wilayah 22.274.000 jumlah penduduk 142.300.000 8. Ukraina Ibu Kota Kiev luas wilayah 603.700 jumlah penduduk 46.800.000 9. Rumania Ibu Kota Bukares luas wilayah 237.503 jumlah penduduk 21.600.000 10. Belarus Ibu Kota Minsk luas wilayah 207.600 jumlah penduduk 9.700.000 11. Bulgaria Ibu Kota Sofia luas wilayah 111.852 jumlah penduduk 7.700.000 12. Georgia Ibu Kota Tbilisi luas wilayah 69.700 jumlah penduduk 4.400.000 13. Lituania Ibu Kota Vilnius luas wilayah 65.200 jumlah penduduk 3.400.000 14. Latvia Ibu Kota Riga luas wilayah 64.600 jumlah penduduk 2.300.000 15. Moldavia Ibu Kota Kishinev luas wilayah 298 jumlah penduduk 4.000.000 Persebaran Negara-Negara di Kawasan Eropa Tengah 16. Austria Ibu Kota Wina luas wilayah 83.855 jumlah penduduk 8.300.000 17. Hongaria Ibu Kota Budapest luas wilayah 93.036 jumlah penduduk 10.100.000 18. Polandia Ibu Kota Warsawa luas wilayah 312.683 jumlah penduduk 38.100.000 19. Republik Ceko Ibu Kota Praha luas wilayah 78.864 jumlah penduduk 10.300.000 20. Slovakia Ibu Kota Bratisiawa luas wilayah 46.012 jumlah penduduk 5.400.000 Persebaran Negara-Negara di Kawasan Eropa Selatan 21. Spanyol Ibu Kota Madrid luas wilayah 505.050 jumlah penduduk 45.500.000 22. Italia Ibu Kota Roma luas wilayah 301.217 jumlah penduduk 59.000.000 23. Yunani Ibu Kota Athena luas wilayah 132.608 jumlah penduduk 11.000.000 24. Portugal Ibu Kota Lisabon luas wilayah 94.276 jumlah penduduk 10.600.000 25. Kroatia Ibu Kota Zagrev luas wilayah 56.538 jumlah penduduk 4.400.000 26. Bosnia-Herzegovina Ibu Kota Sarajevo luas wilayah 51.129 jumlah penduduk 3.900.000 27. Serbia Ibu Kota Belgrado luas wilayah 88.361 jumlah penduduk 9.500.000 28. Montenegro Ibu Kota Podgorica luas wilayah 13.812 jumlah penduduk 630.000 29. Albania Ibu Kota Tirana luas wilayah 28.748 jumlah penduduk 3.200.000 30. Makedonia Ibu Kota Skopje luas wilayah 25.713 jumlah penduduk 2.000.000 31. Slovenia Ibu Kota Ljubijana luas wilayah 20.256 jumlah penduduk 2.000.000 32. Malta Ibu Kota Valletta luas wilayah 316 jumlah penduduk 400 Persebaran Negara-Negara di Kawasan Eropa Barat 33. Prancis Ibu Kota Pris luas wilayah 557.670 jumlah penduduk 61.200.000 34. Inggris Ibu Kota London luas wilayah 249.978 jumlah penduduk 60.500.000 35. Irlandia Ibu Kota Dublin luas wilayah 68.894 jumlah penduduk 4.200.000 36. Belanda Ibu Kota Amsterdam luas wilayah 41.160 jumlah penduduk 16.400.000 37. Belgia Ibu Kota Brussel luas wilayah 30.513 jumlah penduduk 10.500.000 38. Luksembburg Ibu Kota Luksemburg luas wilayah 2.590 jumlah penduduk 500.000 39. Jerman Ibu Kota Berlin luas wilayah 357.050 jumlah penduduk 82.400.000 40. Swiss Ibu Kota Bern luas wilayah 41.293 jumlah penduduk 7.500.000 41. San Marino Ibu Kota San Marino luas wilayah 61.19 jumlah penduduk 30.000
2. Suku Dani
Suku yang terletak di Indonesia paling timur, Papua. Dengan jumlah populasi pada tahun 2009: kurang lebih 25.000 Jiwa. Suku Dani merupakan suku asli papua.
Dari namanya saja sudah sangat mewakili suku asli ini. Dani berasal dari kata Ndani dalam bahasa Papua yang berarti orang asing. Namun saat ini fenomena tersebut dihilangkan dan disebut dengan Dani yang sebenarnya dahulu kala namanya adalah suku Parim yang merupakan suku asli dari nenek moyang masyarakatnya.
Pemukiman mereka berada di antara Bukit Ersberg dan Grasberg yang menyimpan kandungan emas, perak, dan tembaga, mereka mendiami keseluruhan Kabupaten Jayawijaya serta sebagian kabupaten Puncak Jaya.
Secara geografis Kabupaten Jayawijaya terletak antara 30.20 sampai 50.20′ Lintang Selatan serta 1370.19′ sampai 141 bujur timur. Batas-batas Daerah Kabupaten Jayawijaya adalah sebagai berikut : sebelah utara dengan Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Yapen Waropen, barat dengan Kabupaten Paniai, selatan dengan Kabupaten Merauke dan Timur dengan perbatasan negara Papua Nugini.
Topografi Kabupaten Jayawijaya terdiri dari gunung-gunung yang tinggi dan lembah-lembah yang luas. Di antara puncak-puncak gunung yang ada beberapa diantaranya selalu tertutup salju, misalnya Puncak Trikora (4750 m), Puncak Yamin (4595 m), dan Puncak Mandala (4760 m). Tanah pada umumnya terdiri dari batu kapur/gamping dan granit terdapat di daerah pegunungan sedangkan di sekeliling lembah merupakan percampuran antara endapan lumpur, tanah liat dan lempung.
Suku Dani menempati daerah yang beriklim tropis basah karena dipengaruhi oleh letak ketinggian dari permukaan laut, temperatur udara bervariasi antara 80 - 200 derajat Celcius, suhu rata-rata 17,50 derajat Celcius dengan hari hujan 152,42 hari pertahun, tingkat kelembaban diatas 80 %, angin berhembus sepanjang tahun dengan kecepatan rata-rata tertinggi 14 knot dan terendah 2,5 knot.
KONFLIK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT
Atas dasar contoh tersebut, dapat digaris bawahi bahwa konflik merupakan proses sosial yang pasti akan terjadi di tengah-tengah masyarakat yang dinamis. Konflik terjadi karena adanya perbedaan atau kesalahpahaman antara individu atau kelompok masyarakat yang satu dan individu atau kelompok masyarakat yang lainnya. Dalam konflik pasti ada perselisihan dan pertentangan di antara pihak-pihak yang berkonflik. Konflik bisa dialami oleh siapa saja pada berbagai lapisan sosial masyarakat. Konflik bisa dimulai dari keluarga, masyarakat sekitar, nasional, dan global. Jenis-jenis konflik pun dapat beragam.
Robert M.Z. Lawang, mengatakan bahwa konflik diartikan sebagai perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka, seperti nilai, status, kekuasaan, dan sebagainya, yang tujuan mereka berkonflik itu tidak hanya memperoleh keuntungan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya. Konflik dapat diartikan sebagai benturan kekuatan dan kepentingan antara satu kelompok dan kelompok lain dalam proses perebutan sumber-sumber kemasyarakatan (ekonomi, politik, sosial, dan budaya) yang relatif terbatas.
Anda dapat mengidentifikasi lebih lanjut bahwa jenis konflik sosial yang terjadi di Indonesia secara umum terdiri atas dua jenis, yaitu sebagai berikut.
Apabila kita memperhatikan fenomena kehidupan sehari-hari, baik yang kita alami sendiri maupun melalui berbagai sumber informasi di media massa (seperti surat kabar, majalah, radio, dan TV) tentang konflik, diperkirakan ada sejumlah pola konflik yang perlu diwaspadai, yaitu:
Oleh karena itu, di dalam masyarakat yang majemuk perlu waspada dalam bertindak, terutama yang berhubungan dengan masalah SARA (Suku, Agama, dan Ras) yang dapat menimbulkan konflik sehingga dapat membahayakan stabilitas nasional. Adanya dominasi dalam bidang-bidang kehidupan seperti ekonomi ataupun pemerintahan oleh suatu etnis tertentu, dapat memancing perasaan tidak senang etnis lain sehingga dapat menimbulkan benih-benih konflik dalam masyarakat.
Contoh konflik di indonesia :
Pertentangan yang terjadi antara kaum buruh di sebuah pabrik tekstil yang menuntut kenaikan gaji atau dikeluarkan nya THR (Tunjangan Hari Raya). Masalah pendapatan atau gaji sangat berhubungan dengan hajat kehidupan maka tidak jarang dalam mengajukan tuntutannya tersebut, para buruh melakukan tindak kekerasan dengan merusak fasilitas pabrik. Berdasarkan dua contoh tersebut, tentunya Anda diharapkan dapat membedakan antara konflik dan kekerasan.
CONTOH MASALAH SOSIAL DI KOTA :
KENAKALAN REMAJA DI KOTA
Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transis.
Definisi kenakalan remaja menurut para ahli
Sejak kapan masalah kenakalan remaja mulai disoroti?
Masalah kenakalan mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.
JENIS-JENIS KENAKALAN REMAJA :
Perilaku ‘nakal’ remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).
Faktor internal:
Faktor eksternal:
CARA MENGATASI KENAKALAN REMAJA :
CIRI-CIRI DESA
1. Menurut Paul . H . Landis a. Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa. b. Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan. c. Cara berusaha (ekonomi) adalah agraris yang paling umum yang sangat dipengaruhi alam seperti: iklim, keadaan, alam, kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan. d. Sistem kehidupannya berkelompok e. Termasuk kedalam masyarakat homogen dalam hal mata pencaharian, agama, adat-istiadat f. Homogenitas Sosial g. Hubungan primer h. Kontrol sosial yang ketat i. Gotong-royong j. Ikatan sosial k. Magis religius 2. Menurut Roucek & Amp Warren a. Mereka memiliki sifat yang homogen dalam hal ( mata pencaharian , nilai – nilai dalam kebudayaan , serta dalam sikap dan tingkah laku ). b. Kehidupan di desa lebih menekankan anggota keluarga sebagai unit ekonomi . Artinya semua anggota turut bersama – sama terlibat dalam kegiatan pertanian ataupun mencari nafkah guna memenuhi kebutuhan ekonomi rumah tangga . Dan juga sangat ditentukan oleh kelompok primer . Yakni dalam memecahkan suatu masalah , keluarga cukup memainkan peranan dalam pengambilkan keputusan final . c. Faktor geografis sangat berpengaruh atas kehidupan yang ada (misalnya keterkaitan anggota masyarakat dengan tanah atau desa kelahirannya ). d. Hubungan sesama anggota masyarakat lebih intim dan awet daripada di kota , serta jumlah anak yang ada dalam anggota keluarga inti lebih besar atau banyak. 3. Menurut Talcot Parsons : a. Afektifitas ada hubungannya dengan perasaan kasih sayang, cinta , kesetiaan dan kemesraan. Perwujudannya dalam sikap dan perbuatan tolong menolong, menyatakan simpati terhadap musibah yang diderita orang lain dan menolongnya tanpa pamrih. b. Orientasi kolektif sifat ini merupakan konsekuensi dari Afektifitas, yaitu mereka mementingkan kebersamaan , tidak suka menonjolkan diri, tidak suka akan orang yang berbeda pendapat, intinya semua harus memperlihatkan keseragaman persamaan. c. Partikularisme pada dasarnya adalah semua hal yang ada hubungannya dengan keberlakuan khusus untuk suatu tempat atau daerah tertentu. Perasaan subyektif, perasaan kebersamaan sesungguhnya yang hanya berlaku untuk kelompok tertentu saja. (Lawannya Universalisme) d. Askripsi yaitu berhubungan dengan mutu atau sifat khusus yang tidak diperoleh berdasarkan suatu usaha yang tidak disengaja, tetapi merupakan suatu keadaan yang sudah merupakan kebiasaan atau keturunan.(lawanya prestasi). e. Kekabaran (diffuseness). Sesuatu yang tidak jelas terutama dalam hubungan antara pribadi tanpa ketegasan yang dinyatakan eksplisit. Masyarakat desa menggunakan bahasa tidak langsung, untuk menunjukkan sesuatu. Dari uraian tersebut (pendapat Talcott Parson) dapat terlihat pada desa-desa yang masih murni masyarakatnya tanpa pengaruh dari luar.
MASALAH SOSIAL DESA
1. Kekurangan tenaga potensial
Kekurangan tenaga potensial ini tidak terlepas dari pendidikan yang rendah dan juga kemiskinan yang berakibat mereka tidak bisa melanjutkan kependidikan ke jenjang yang paling tinggi.Akibatnya mereka tidak dapat mendapatkan pekerjaan yang tinggi hanya pekerjaan yang membutuhkan kekuatan dan tidak perlu berpikir seperti petani & nelayan.
2. Pendidikan
Umumnya masyarakat pedesaan kurang begitu sadar akan pentingnya pendidikan, Mereka lebih memilih mengajak anak-anak mereka berkebun atau bertani, ketimbang menyekolahkan mereka. Hasilnya banyak dari masyarakat pedesaan yang buta tulis dan hitung. Manfaat pendidikan bagi masyarakat pedesaan sebagai dasar pembebas, yakni membebaskan masyarakat pedesaan dari predikat kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, dan penindasan. Selain itu, pendidikan yang baik seharusnya berfungsi pula sebagai sarana pemberdayaan individu dan masyarakat desa khususnya guna menghadapi masa depan. Pendidikan difokuskan melalui sekolah, pesantren, kursus-kursus yang didirikan di pedesaan yang masyarakatnya masih belum tahu apa itu ilmu.
3. Tingginya angka kemiskinan
Dalam upaya percepatan pembangunan di segala bidang masih terdapat beberapa kendala,antara lain masih tingginya angka penduduk miskin, dalam empat tahun terakhir diketahui jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sekitar 19,51% dari jumlah penduduk miskin tahun 2001 yaitu sebanyak 164.125 jiwa.
Dari penurunan jumlah penduduk miskin tersebut sampai pada tahun 2005 jumlah penduduk miskin masih sebanyak 132.125 jiwa atau 24,28 %.
4. Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia
Peningkatan layanan pendidikan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan kompetensi anak didik. Output layanan pendidikan dengan pendekatan Indek Pembangunan Manusia (IPM) masih menunjukkan kondisi yang jauh dari harapan. Indek Pembangunan Manusia komponen pendidikan tahun 2004 menunjukkan angka 6,18 tahun.
Namun bila dibandingkandengan IPM tahun 2003 terdapat kenaikan 0,13. Demikian pula segi kesehatan masih banyak yang perlu mendapatkan perhatian khususnya angka kematian ibu dan anak dan kesakitan malaria masih relatif tingginya
CARA MENGATASI :
Dari pembahasan diatas kita mengetahui masalah-masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat desa, bukan berarti pemerintah tidak mengetahui akan hal tersebut, pemerintah berupaya untuk membantu mengatasi malah-masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat desa baik untuk menunjang kesehatan masyarakat desa, mengatasi tingginya angka kemiskinan, memenuhi kebutuhan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah selalu berusaha mengatasi berbagai masalah sosial dengan melibatkan peran serta tokoh masyarakat, pengusaha, pemuka agama, ketua adat, lembaga-lembaga sosial dan lain-lainya. Bukan saja pemerintah namun kita diberi kesadaran untuk berperan serta dalam mengatasi masalah sosial dalam masyarakat desa.
Berikut adalah contoh upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah-masalah sosial dalam masyarakat desa adalah sebagai berikut:
a. Pemberian kartu askes
Kartu Askes atau kartu asuransi kesehatan diberikan kepada masyarakat desa yang kurang mampu. Kartu Askes sering disebut Askeskin (Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin). Dengan kartu Askes masyarakat desa yang tergolong kurang mampu dapat berobat di rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya yang lebih ringan atau gratis.
b. Pemberian beras untuk masyarakat desa yang kurang mampu(Raskin)
Raskin merupakan program pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan harga yang sangat murah. Dengan raskin diharapkan masyarakat desa yang termasuk keluarga miskin dapat memenuhi kebutuhan pangannya.
c. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Dana BOS diberikan kepada siswa-siswi sekolah di lingkungan desa mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan bagi masyarakat desa yang bertekat menyakolahkan anaknya untuk masa depan yang lebih baik.
d. Pemberian bantuan modal usaha
Pemberian bantuan modal usaha diberikan pemerintah kepada masyarakat desa baik yang bekerja sebagai petani, nelayan maupun bagi maasyarakat desa yang mempunyai keinginan untuk mempunyai usaha sendiri baik dibidang tambang maupun yang berkinginan mempunyai ladang sawah sendiri. Bantuan modal usaha ini adalah dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan yang dialami oleh masyarakat desa.
e. Pembagunan penunjang kesehatan masyarakat desa
Pembangunan penunjang kesehatan masyarakat desa adalah bantuan berupa puskesmas, pustu, rumah sakit kecil yang ada dilingkungan masyarakat desa untuk menunjang kesehatan masyarakat desa.
f. Pelatihan kesejahteraan masyarakat desa Pelatihan kesejahteraan masyarak desa adalah bertujuan untuk memberikan himbaun kepada masyarakat desa guna dapat mengolah hasil bumi yang ada dilingkungan sekitar masyarakat desa untuk mengolahnya menjadi lebih baik dan pelatihan kesejahteraan masyarakat desa ini juga bertujuan untuk meberikan pembekalan kepada masyarakat desa agar masyarakat desa tidak hanya bergantung pada lahan yang ada tetapi juga dapat mengusahakannya sehingga dapat menjadi penopang yang baik bagi perekonomian masyarakat desa.
PENGERTIAN KEHIDUPAN SOSIAL
Kehidupan sosial adalah kehidupan yang di dalamnya terdapat unsur-unsur sosial/kemasyarakatan. Sebuah kehidupan disebut sebagai kehidupan sosial jika di sana ada interaksi antara individu satu dengan individu lainnya, dan dengannya terjadi komunikasi yang kemudian berkembang menjadi saling membutuhkan kepada sesama.
Dalam hal yang terjadi di lapangan, kehidupan sosial sangat erat kaitannya dengan bagaimana bentuk kehidupan itu berjalan. Dalam hal ini, seperti juga telah diterangkan, bahwa ada dua kehidupan sosial yang secara umum ada, yaitu kehidupan sosial di pedesaan dan kehidupan sosial di perkotaan.
KOTA BANDUNG
Provinsi Jawa Barat adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Bandung sebagai ibu kota provinsi, merupakan kota dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya.
Sebagian penduduk Jawa Barat adalah Suku Sunda. Selain itu, ada campuran Sunda dengan Jawa di pantai utara Cirebon serta sebagian kecil pesisir Indramayu. Mata pencaharian penduduk Jawa Barat yang utama adalah bertani. Bertaninya pun bermacam-macam. Ada yang bertani padi, sayur-sayuran, buah-buahan, dan bunga-bungaan. Selain itu, di daerah Jawa Barat juga banyak terdapat perkebunan teh, cengkih, tebu, dan kina.
Mata pencaharian pokok orang Sunda pada umumnya bertani sekitar 85 % penduduk Jawa Barat hidup dari hasil pertanian. Daerah persawahan di Jawa Barat terbentang di sepanjang daerah pantai utara dari timur laut serta di pedalaman yang merupakan daerah pegunungan. Sebagian Juga sebagai pengerajin,pns,pengusaha.
Sejak dibukanya Jalan Tol Cipularang, kota Bandung telah menjadi tujuan utama dalam menikmati liburan akhir pekan terutama dari masyarakat yang berasal dariJakarta sekitarnya. Selain menjadi kota wisata belanja, kota Bandung juga dikenal dengan sejumlah besar bangunan lama berarsitektur peninggalan Belanda.Selain itu beberapa kawasan wisata lain termasuk pusat perbelanjaan maupun factory outlet juga tersebar di kota ini diantaranya, di kawasan Jalan Braga, kawasan Cihampelas, Cibaduyut dengan pengrajin sepatunya dan Cigondewah dengan pedagang tekstilnya. Puluhan pusat perbelanjaan sudah tersebar di kota Bandung seperti Bandung Indah Plaza, Paris Van Java Mall, Cihampelas Walk, Trans Studio Mall, Bandung Trade Center. Terdapat juga pusat rekreasi modern dengan berbagai wahana seperti Trans Studio Bandung, Kampung Gajah dll. Kota Bandung dikenal juga dengan kota yang penuh dengan kenangan sejarah perjuangan rakyat Indonesia pada umumnya, beberapa monumen telah didirikan dalam memperingati beberapa peristiwa sejarah tersebut, diantaranya Monumen Perjuangan Jawa Barat, Monumen Bandung Lautan Api, Monumen Penjara Banceuy, Monumen Kereta Api danTaman Makam Pahlawan Cikutra.
CIRI SOSIAL KEHIDUPAN MASYARAKAT KOTA
Pelapisan Sosial Ekonomi Perbedaan tingkat pendidikan dan status sosial dapat menimbulkan suatu keadaan yang heterogen. Heterogenitas tersebut dapat berlanjut dan memacu adanya persaingan, lebih-lebih jika penduduk di kota semakin bertambah banyak dan dengan adanya sekolah-sekolah yang beraneka ragam terjadilah berbagai spesialisasi di bidang keterampilan ataupun di bidang jenis mata pencaharian. Individualisme
Perbedaan status sosial-ekonomi maupun kultural dapat menimbulkan sifat “individualisme”. Sifat kegotongroyongan yang murni sudah sangat jarang dapat dijumpai di kota. Pergaulan tatap muka secara langsung dan dalam ukuran waktu yang lama sudah jarang terjadi, karena komunikasi lewat telepon sudah menjadi alat penghubung yang bukan lagi merupakan suatu kemewahan. Selain itu karena tingkat pendidikan warga kota sudah cukup tinggi, maka segala persoalan diusahakan diselesaikan secara perorangan atau pribadi, tanpa meminta pertimbangan keluarga lain.
Toleransi Sosial
Kesibukan masing-masing warga kota dalam tempo yang cukup tinggi dapat mengurangi perhatiannya kepada sesamanya. Apabila ini berlebihan maka mereka mampu akan mempunyai sifat acuh tak acuh atau kurang mempunyai toleransi sosial. Di kota masalah ini dapat diatasi dengan adanya lembaga atau yayasan yang berkecimpung dalam bidang kemasyarakatan.
Jarak Sosial
Kepadatan penduduk di kota-kota memang pada umumnya dapat dikatakan cukup tinggi. Biasanya sudah melebihi 10.000 orang/km2. Jadi, secara fisik di jalan, di pasar, di toko, di bioskop dan di tempat yang lain warga kota berdekatan tetapi dari segi sosial berjauhan, karena perbedaan kebutuhan dan kepentingan.
Pelapisan Sosial
Perbedaan status, kepentingan dan situasi kondisi kehidupan kota mempunyai pengaruh terhadap sistem penilaian yang berbeda mengenai gejala-gejala yang timbul di kota. Penilaian dapat didasarkan pada latar belakang ekonomi, pendidikan dan filsafat. Perubahan dan variasi dapat terjadi, karena tidak ada kota yang sama persis struktur dan keadaannya.
PENGERTIAN KOTA
1. Menurut Bintarto Menurut Bintarto dari segi geografis kota diartikan sebagai suatu sistim jaringan kehidupan yang
ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata ekonomi yang heterogen
dan bercorak materialistis atau dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh
unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan
corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibandingkan dengan daerah dibelakangnya.
2. Menurut Arnold Tonybee
Sebuah kota tidak hanya merupakan pemukiman khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang
khusus dan setiap kota menunjukkan perwujudan pribadinya masing-masing.
3. Menurut Max Weber
Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di
pasar lokal.
4. Menurut Louis Wirth
Kota adalah pemukiman yang relatif besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang
heterogen kedudukan sosialnya.
5. Menurut Grunfeld
Kota adalah suatu permukiman dengan kepadatan penduduk yang lebih tinggi daripada kepadatan
penduduk nasional, struktur mata pencaharian nonagraris, dan sistem penggunaan tanah yang beraneka
ragam, serta ditutupi oleh gedung-gedung tinggi yang lokasinya berdekatan.
6. Menurut UU No 22/ 1999 Tentang Otonomi Daerah
Kawasan perkotaan adalah kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan
fungsi kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi.
7. Menurut Peraturan Mendagri RI No. 4/ 1980
Kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrasi wilayah seperti kotamadya dan kota
administratif. Kota juga berarati suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris
, misalnya ibukota kabupaten, ibukota kecamatan yang berfungsi sebagai pusat pertumbuhan.
8. Menurut Peraturan Mendagri RI No. 2/1987
Disebutkan kota adalah pusat permukiman dan kegiatan penduduk yang mempunyai batasan
administrasi yang diatur dalam perundang-undangan, serta permukiman yang telah memperlihatkan
watak dan ciri kehidupan perkotaan.
Sumber :
kampungnag.blogspot.co.id
www.zonasiswa.com
pendidikanzone.blogspot.co.id
Dan beberapa web lainnya.
|

Komentar
Posting Komentar